Durasi beasiswa IASP 2026 berlangsung selama 3 tahun (36 bulan) serta memungkinkan untuk diperpanjang hingga 2 semester. Kuota yang disediakan biasanya sebanyak 15 kursi beasiswa. Kandidat yang terpilih akan mendapatkan beasiswa penuh dari program IASP. Beasiswa mencakup pembebasan biaya kuliah, tunjangan hidup bulanan EUR 1.150 (~ Rp 22,9 juta), tiket pesawat internasional maksimum EUR 1.000 (~ Rp 19,9 juta), tunjangan mobilitas EUR 80 per bulan, serta tunjangan keluarga bulanan: EUR 250 untuk pasangan dan EUR 250 untuk satu anak maksimal (diberikan hanya pada tahun kedua dan ketiga studi, jika keluarga diundang oleh mahasiswa). Nominal tunjangan tersebut jika mengacu besaran yang diberikan periode sebelumnya.
Persyaratan:
1.Berstatus dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi;
2. Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK);
3. Memiliki surat izin dari pemimpin perguruan tinggi asal (untuk dosen PTN) dan/atau dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah masing-masing (untuk dosen PTS);
4. Belum memiliki gelar doktor dan tidak sedang menempuh pendidikan jenjang doktor (on-going);
5. Memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan ketentuan skor minimal, yaitu: TOEFL iBT® 90; atau TOEFL ITP® 550; atau IELTS™ 6,5, yang masih berlaku (maksimal dua tahun terakhir);
6. Mempunyai usulan penelitian (research proposal) 5-10 halaman yang telah disetujui calon
pembimbing/supervisor di perguruan tinggi Austria. Usulan penelitian tersebut harus memuat unsur-unsur sebagai berikut:
a) deskripsi permasalahan yang jelas,
b) kajian pustaka (termasuk referensi),
c) hasil yang diharapkan,
d) kontribusi terhadap riset di Austria dan/atau Indonesia,
e) metodologi (desain penelitian, pertanyaan penelitian/hipotesis, metode riset, rencana kerja dan
linimasa penelitian, dan
f) daftar publikasi peneliti (jika ada) atau kualifikasi yang diperlukan untuk melakukan penelitian yang
diusulkan.
7. Usia maksimal 35 tahun (pada tanggal 31 Desember tahun pendaftaran);
8. Memiliki CV dalam bahasa Inggris;
9. Memiliki dua buah surat rekomendasi akademik berbahasa Inggris (contoh: dari pembimbing magister atau atasan langsung);
10. Memiliki paspor yang masih berlaku (minimal 1 tahun);
11. Memiliki Letter of Acceptance (LoA) yang masih berlaku dan tidak bersyarat (unconditional) dari perguruan tinggi tujuan atau dari calon pembimbing/supervisor di perguruan tinggi tujuan
12. Memiliki ijazah dan transkrip nilai pendidikan program magister (dalam bahasa Inggris) sesuai aslinya;
13. Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan dokter rumah sakit pemerintah; dan
14. Pelamar yang berstatus suami/istri dan memiliki bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh supervisor yang sama.
Pengajuan beasiswa S3 IASP di Austria dilakukan secara online. Buat dosen yang berminat, dapat mendaftar langsung ke laman kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id. Lengkapi formulir dengan membuat akun. Pilih Indonesia – Austria Scholarship Programmes (IASP) – S3 pada pilihan beasiswa yang tersedia. Berikutnya unggah dokumen aplikasi yang diminta pada sistem online tersebut.
Pendaftaran online dan pengajuan aplikasi beasiswa diterima paling lambat 1 Maret 2026. Setelah pengajuan dokumen, kandidat yang telah lolos seleksi awal akan diundang untuk mengikuti wawancara, yang akan dilakukan oleh panitia seleksi gabungan yang terdiri dari perwakilan Kemdiktisaintek dan ASEA-UNINET.
Kontak Official:
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270
Pusat Panggilan ULT DIKTI 126
[e] bln.dikti@kemdiktisaintek.go.id
[w] https://kemdiktisaintek.go.id
Contact person at OeAD-GmbH:
Department for International Cooperation in Higher Education /
Ms. Katharina Wurzer
[e] katharina.wurzer@oead.at
[w] https://grants.at/en/
